Selasa, 29 November 2011

Guru Dalam Persfektif Islam



Guru Dalam Persfektif Islam
Pendidik dalam islam ialah siapa saja yang bertanggung jawab terhadap parkembangan anak didik.dalam islam orang yang paling bertanggung jawab ialah orang tua.
a.Kedudukan Guru dalam Pandangan Islam
Sebenarnya tingginya kedudukan guru dalam islam merupakan realisasi ajaran islam itu sendiri.Tingginya kedudukan guru dalam islam masih dapat disaksikan pada zaman sekarang itu dapat kita lihat di pesantren-pasantren di Indonesia. Ada sebab khusus mengapa umat muslim amat menghargai guru yaitu pandangan bahwa ilmu itu sumbernya dari Allah.Pandangan ini selanjutnya akan mrnghasilkan bentuk hubungan yang khas antara guru dan murid.Dalam sejarahnya hubungan guru murid dalam islam ternyata sedikit demi sedikit berubah nilai-nilai ekonomi mulai masuk,yang terjad isekarang antara lain:
1. Kedudukan guru dalam islam semakin merosot.
2. Hubungan guru murid semakin kurangbernilai kehormatan,penghargaan murid terhadap guru semakin merosot.
b.Tugas Guru dalam islam
Tugas guru adalah mendidik.mendidik adalah tugas yang amat luas,mendidik itu sebagian dilakukan dalam bentuk mengajar.
c. Syarat guru dalam pendidikan islam.
Soejono menyatakan bahwa syarat guru ialah:
1.Tentang umur ,harus sudah dewasa
2. Tentang kesehatan,harus sehat jasmani dan rohani           .
3.Tentang kemampuan mengajar ia harus ahli
4.Harus berkesusilaan dan berdekasi tinggi.
Munir Mursi,tatkala membicarakan syarat guru,menyatakan syarat terpenting bagi guru dalam islam adalah syarat keagamanan.Dengan demikian syarat guru dalam islam  ialah:Umur harus sudah dewasa,Kesahatan harus sehat jasmani dan rohani,keahlian harus menguasai bidang yang diajarkan dan menguasai ilmu(termasuk ilmu mengajar),Harus berkepribadian muslim yang berpengetahuan intektual.
d.Sifat  Guru dalam Pandangan islam.
Al-Abrasy menyebutkan bahwa guru dalam islam sebaiknya memiliki sifat-sifat berikut:
1. Zuhud:tidak mengutamakan materi mengajar dilakukan karena mencari keridoan allah.
2. Bersih tubuhnya:penampilan lahiriahnya menyenangkan.
3. BersIh jiwanya tidak mempunyai dosa besar.
4. Tidak ria karena menghilangkan keikhlasan.
5. Tidak memendam rasa dengkidan iri hati.
6. Tidak menyenangi permusuhan.
7. Ikhlas dalam menjalankan tugas.
8. Sesuai perkataan dengan perbuatan.
9. Tidak tahu mengakui ketidaktahuan.
10. Bijaksana.
11. Tegas dalam Perkataan dan perbuatan,tidak kasar.
12. Rendah hati.
13. Lemah lembut.
14. Pemaaf.
15. Sabar.tidak marah karena hal-hal kecil.
16. Berkepribadian.
17. Tidak merasa rendah diri.
18. Bersifat kebapaan.
19. Mengetahui karakter murid,mencakup pembawaan,kebiasaan,perasaan dan pemikiran.

Bab 8: Dana dan Peralatan dalam Pendidikan islam.
Dalam pengertian yang luas Peralatan Pendidikan adalah semua yang digunakan guru dan murid dalam proses pendidikan. Orang islam saat ini perlunya tersedia alat-alat pendidikan untuk membangun sekolah yang bermutu. Sekolah-sekolah islam saat ini masih sering kekurangan biayadalam pengadaan alat pembelajaran,itu sudah jelas akan tetapi kekurangan dana itu pun ditambah dengan kenyataan lemahnya perencanaan dan kurangnya ketelitian. Orang Indonesia biasanya mempunyai kelemahan dalam perencanaan.
a. Dana Pengelolaan Sekolah
Sekolah memerlukan dana,yang diperlukan untuk sarana dan prasarana sekolah. Mungkin masih perlu ditegaskan bahwa investasi dalam bidang pendidikan adalah investasi yang sangat menguntungkan. Umat islam Indonesia secara umum,yang mempunyai program dakwah yang bertujuan menyebarluaskan islam hendaknya memahami bahwa yang terbaik ialah mendirikan sekolah-sekolah islam untuk media dakwah. Namun kenyakenyataan nya bayak orang islam menyakolahkan anak-anak nya ke sekolah non islam
Peningkatan kualitas pendidkan mutu sekolah memerlukan sekurang-kurangnya dua syarat yaitu :
1. Penguasaan teori pendidkan modern yaitu teori yang islami dan sesuai dngan perjembangaan jaman
2. Ketersediaan dana yang cukup
b. Gaji guru dan pegawai sekolah
Gaji guru ternyata termasuk dalam hukum fikih dan pandangan filsafat tentang gaji  guru.Di kalangan folosof terdapat perbadaan tentang pendapat tentang gaji guru.pendapat yang menolak gaji guru ialah socrates dan yang mendukun gaji guru adalah filosof-filosof sofis
Para ahli fikih berbeda pendapat tenang gaji guru yang berpndapat tidak boleh menerima gaji berpgang pada alasan berikut
1. Al-Quran diajarkan karena Allah jadi tidak wajar orang yang mengerjakan nya di gaji.
2. Pengajaran Al-Quran pada zaman permulaan pengajarnya tidak digaji.
3. Hadist Rosul SAW tentang panah.
Orang yang membolehkan gaji guru berpegang pada hadist juga,hadist yang dianut adalah: "yang paling kamu patut terima ialah gaji karena al-Quran" Jadi gaji yang dicela ialah jika al-Quran dijadikan alat untuk mencari rezeki.
Gaji yang besar perlu bagi guru dan karyawan sekolah,karena tuntutan yang universal bagi guru yang menjalani pekerjaannya dengan professional.

Bab 9: Profesionalisme dalam Pendidikan Islam
Profesionalisme adalah paham yang mengajarkan bahwa setiap pekerjaan harus dilakukan oleh orang yang professional. Orang yang professional ialah orang yang memiliki profesi. Menurut Muchtar Lutfi seseorang memiliki profesi bila memenuhi criteria brikut ini:
1. Profesi harus mengandung keahlian.
2. Profesi dipilih karena panggilan hidup dan dijalani sepenuh wakti.
3. Profesi untuk masyarakat bukan untuk diri sendiri.
4. Profesi harus dilengkapi dengan kecakapan diagnosik dan kompetensi aplikatif.
5. Profesi memiliki teori-teori yang baku dan universal.
6. Pemegang profesi memiliki otonomi dalam melakukan tugas profesinya.
7. Profesi memiliki kode etik disebut kode etik profesi
8. Profesi harus mempunyai klien yang jelas.
Selanjutnya FINN menambahkan bahwa profesi memerlukan organisasi profesi yang kuat dan suatu profesi harus mengenali dengan jelas hubungannya dengan profesi lain.
a. Pandangan islam tentang Profesionalisme.
Pekerjaan (profesi) menurut islam harus dilakukan karena allah maksudnya karena diperintahkan allah,jadi profesi dalam islam harus dijalani karena merasa bahwa itu adalah perintah allah. Dalam islam setiap pekerjaan harus dilakukan secara professional.
b.Cara Menerapkan  Profesionalisme di Sekolah-sekolah Islam
Untuk menerapkan profesionalisme dalam pengelolaan pendidikan agaknya dapat diikuti sbb:
1. Adanya profesionaliisme pada tingkat yayasan.
2. Menerapkan profesionalisme pada tingkat pimpinan sekolah.
3. Penerapan tingkat profesionalisme pada tingkat tenaga pengajar.
4. Profesionalisasi tenaga tata usaha sekolah.
Hambatan utama untuk menerapkan profesionalisme dalam pengelolan sekolah ialah kekurangan biaya. Olah karana itu,sekolah islam banyak yang rendah kualitasnya.

Bab 10: Bentuk Baru Sistem Pendidikan Islam di Indonesia (system alternative).
Ada dua bentuk kegiatan pendidikan di Indonesia yang perlu mendapat perhatian dari kalangan ahli pendidikan islam di Indonesia.bentuk-bentuk ini adalah:
1. Pesantren Kilat.
Pesantren sudah dikenal orang-orang islam di Indonesia karena merupakan lembaga pendidikan islam yang paling tua di Indonesia.Apa yang mendorong suburnya pesantren kilat? Dari berbagai penelitian dapat diketahui mengapa orang tua memasukan anaknya ke pesantren kilat:
a. Agar anaknya tidak nakal.
b. Motif mengisi waktu.
c. Menutupi kekurangan pendidikan agama di Indonesia.
2. Perguruan silat Tenaga Dalam.
Apa yang dimaksud dengan perguruan silat tenaga dalam? Belum banyak penelitian yang dilakukan untuk mengungkapkan apa sebenarnya tenaga dalam,seberapa jauh fungsinya terhadap pendidikan agama islam.Secara gampang tenaga dalam ialah tenaga gaib.sebagian besar tenaga dalam tidak dapat dipahami lewat akal,kelihatannya inti pengajaran silat tenaga dalam ialah mencari perlindungan dari bahaya (serangan fisik dan non fisik) dengan tidak banyak atau sama sekali tidak menggunakan tenaga fisik.
Bab 11 : Metode Pendidikan Islam.
Metode pendidikan ialah semua cara yang digunakan untuk mendidik.
a. Cara Melaksanakan Pengajaran.
Uraian langkah mengajar ditentukan olah banyak hal,antara lain:
1. Oleh tujuan pengajaran yang hendak dicapai pada jam pelajaran itu.
2. Oleh kemampuan guru.
3. Oleh keadaan alat-alat yang tersedia.
4. Oleh jumlah murid.
Tujuan pendidikan pada tingkat pertama sama untuk semua orang dan semua Negara,yaitu manusia yang baik.Tujuan pendidikan islam telah mempunyai sifat islami,menjadi manusia yang baik menurut islam.Tujuan pendidikan selanjutnya yaitu pendidikan lembaga (sekolah)tertentu yang disebut tujuan institusional(TI) disesuaikan dengan sekolah.Tujuan kurikuler adalah tujuan yang hendak dicapai oleh bidang studi ini dibagi kepada tujuan yang bersifat umum(TIU). Terakhir TIU dijabarkan kepada tujuan yang khususdan oprasional yang disebut tujuan intraksional khusus (TIK).
b. Metode Pembinaan Rasa Beragama
Menurut an-Nahlawi metode untuk menanamkan rasa iman ialah sbb:
1. Metode hiwar (percakapan) Qurani dan Nabawi.
Hiwar ialah percakapan silah berganti antara dua belah pihak mengenai suatu topic.
2. Metode Kisah Qurani dan Nabawi.
Kisah ini dapat menyentuh hati manusia karena kisah ini menampilkan tokoh dalam konteksnya yang menyeluruh.kisah Qurani mendidik perasaan keimanan dengan cara membankitkan berbagaio perasaan,mengarahkan seluruh perasaan sehingga bertumpuk pada suatu puncak dan melibatkan pembaca atau pendengar kepada kisah itu sehingga ia terlibat secara emosional.
3. Metode Amtsal (perumpamaan).
4. Metode Teladan.
Metode pendidikan islam berpusat pada keteladanan,teladan untuk guru-guru (dan lain-lain) ialah Rosullulah.
5. Metode Pembiasaan.
6. Metode ibrah dan mau`izah.
Ibrah ialah suatu kondisi psikis yang menyampaikan manusia kepada intisari sesuatu yang disaksikan,yang dihadapi dengan menggunakan nalar.Mau`idah ialah nasihat yang lembut yang diterima oleh hati dengan cara menjelaskan pahala atau ancamannya.
7. Metode Targhib dan tarhib.
Targhib ialah janji terhadap kesenangan,kenikmatan akhirat yang disertai bujukan,sedangkan tarhib ialah ancaman karena dosa besar yang dilakukan,tahrib bertujuan agar orang mematuhi aturan allah.
Bab 12: Pendidikan dalam Rumah Tangga.
Tujuan pendidikan dalam rumah tangga ialah agar anak mampu berkembang secara maksimal.Yang bertidak sebagai pendidik dalam pendidikan rumah tangga ialah orang tua. Kunci pendidikan dalam rumah tangga terletak pada pendidikan rohani lebih jelas lagi pendidikan agama bagi anak. Ada dua arah mengenai kegunaan pendidikan agama dalam rumah tangga:
1. Penanaman nilai dalam arti pandangan hidup yang kelak mewarnai perkembangan jasmani dan akalnya.
2. Penanaman sikap yang kelak menjadi basis dalam menghargai guru dan pengetahuan di sekolah.
A .Pendidikan Agama dalam Rumah Tangga.
Pendidikan agama dalam rumah tangga adalah kunci bagi pendidikan dalam rumah tangga,kunci bagi pendidikan agama secara keseluruhan bahkan kunci bagi pendidikan secara keseluruhan,pendidikan akal dan jasmani bukanlah kunci pendidikan dalam rumah tangga dan pendidikan secara keseluruhan.

B .Tujuan pendidikan agama dalam rumah tangga.
Orang tua mendidik anaknya karena kewajaran,karena kodratnya dan karena cinta. Anak yang shaleh dapat mengangkat nama baik orang tuanya,anak ada juga yang menjadi musuh orang tuanya,anak yang menjadi musuh orang tuanya ialah anak durhaka ia berani melawan orang tuanya,menyakitinya bahkan membunuhnya. Sering kali orang tua amat susah karena anaknya nakal. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mendidik anak  dari sejak kecil ialah:
1. Memulai pendidikan harus dengan pendidikan agama terlebih dahulu.
2. Memberikan kasih sayang dengan sepenuh hati.
Hal-hal yang dilakukan supaya anak menjadi sholih:
1. Memilih pasangan hidup.
2. Saat kehamilan harus di perhatikan.
3. Adzan dan iqomat pada waktu dilahirkan.
4. Mentahnik anak yang baru lahir.
5. Mencukur rambut.
6. Memberi nama yang baik.
7. Aqiqah bagi anak yang baru lahir.
8. Khitanan.
9 .Menyusui bayi.
Hal-hal yang harus dijauhi oleh anak:
1. Tontonan sadis dan seks.
2. Konflik orang tua dan perceraian.
Orang tua hendaknya menanamkan penanaman iman dari sejak kecil supaya terhindar dari kekafiran dan hal-hal yang menjerumuskan kedalam kemusrikan di masa depan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar